Showing posts with label Telekomunikasi. Show all posts
Showing posts with label Telekomunikasi. Show all posts

Pemancar AM/ FM dengan PLL Synthesizer

Saturday, June 25, 2011

DS8908B adalah PLL synthesizer dirancang khusus untuk digunakan di AM / FM radio. Ini berisi osilator referensi, komparator fase, pompa muatan, penguat operasional, 120 MHz dual modulus pembagi ECL/I2L diprogram, dan pergeseran 19-bit register / latch untuk entri data serial. Perangkat dirancang untuk beroperasi dengan data serial controller menghasilkan kode yang diperlukan untuk divisi masing-masing frekuensi, dan logika informasi negara untuk input fungsi radio / output. Sebuah osilator 3,96 MHz menembus dan rantai pembagi menghasilkan 1,98 MHz clock controller eksternal, 20 kHz, 10 kHz, 9 kHz, dan sinyal referensi 1 kHz, dan 50 Hz waktu-of-hari sinyal. Osilator dan rantai pembagi adalah bersumber oleh pin VCCM sehingga memberikan kekuatan drive controller clock rendah dan waktu-dari-hari indikasi kapan keseimbangan PLL dimatikan.
1-bit data serial ditransfer antara frekuensi synthesizer dan controller melalui sistem bus 3-kawat yang terdiri dari baris data, garis jam, dan jalur memungkinkan.

Yang 2 bit pertama dalam alamat aliran data serial synthesizer sehingga memungkinkan perangkat lain seperti driver layar untuk berbagi bus yang sama. The 14 bit berikutnya digunakan untuk kode (Na1) membagi PLL. 15 bit digunakan secara internal untuk memilih AM atau FM input osilator lokal. Tingkat tinggi pada bit ini memungkinkan input FM dan tingkat rendah memungkinkan input AM. 16 bit dan 17 digunakan untuk memilih salah satu dari 4 frekuensi referensi. Bit 18 dan 19 terhubung melalui kait untuk membuka output kolektor. Output ini dapat digunakan untuk menggerakkan fungsi radio seperti berat, bisu, AM, FM, atau biaya pompa tingkat sumber arus.

PLL terdiri dari pembagi 14-bit diprogram I2L, komparator fase ECL, sebuah ECL dual modulus (p / p a1) prescaler, pompa kecepatan tinggi muatan, dan penguat operasional. Pembagi membagi diprogram oleh (Na1), N menjadi nomor dimuat ke register geser. Pembagi diprogram adalah clocked melalui prescaler 8-/ d masukan PM atau melalui prescaler iklan $ * / 64 dengan masukan FM. AM masukan akan bekerja pada frekuensi hingga 15 MHz, sedangkan input FM bekerja hingga 120 MHz. VCO dapat disetel dengan resolusi frekuensi baik, kHz 1 9 kHz, 10 kHz, atau 20 kHz.

Pada buffer AM dan FM input adalah self-bias dan dapat digerakkan langsung oleh VCO melalui sebuah kapasitor. Komparator fase ECL menghasilkan resolusi sangat akurat dari perbedaan fasa antara sinyal input dan osilator referensi. Pompa kecepatan tinggi muatan terdiri dari sumber arus konstan dan tenggelam switchable. Pompa muatan dapat diprogram untuk memberikan dari 75 mA untuk 750 mA arus konstan oleh koneksi dari sebuah resistor eksternal dari pin RPROGRAM ke tanah atau keluaran kolektor terbuka sedikit.

Koneksi resistor pemrograman untuk output bit memungkinkan controller untuk menyesuaikan gain loop untuk frekuensi referensi tertentu yang dipilih. Pompa muatan akan saat ini jika frekuensi VCO tinggi dan wastafel saat ini jika frekuensi VCO rendah sumber. Penguat operasional disediakan kebisingan yang rendah memiliki impedansi masukan JFET yang tinggi dan berbagai tegangan output yang besar. Masukan negatif op amp adalah sama dengan output pompa muatan dan masukan positif secara internal bias.

Mengenal Singkat Sebuah Pemancar AM

Sunday, May 8, 2011

Pemancar AM biasanya menggunakan osilator hartley yang dimodifikasi agar nantinya akan menghasilkan frekuensi kerja. Pada daerah A merupakan pembatas tegangan agar transistor pada osilator tidak panas. Transistor panas karena menggunakan penguat kelas A. Akibat dari rangkaian pembatas tegangan maka output dari osilator kecil. Untuk mengatasi tegangan keluaran yang kecil, dipasang penguat 4 tingkat. Pada daerah B menggunakan penguat kelas A. Disini transistor akan sangat panas apabila tidak dipasang headsink/kipas. Pada daerah C menggunakan penguat kelas C karena dimaksudkan agar penguatan tinggi dan kerjanya minimal sehingg efesiensi tinggi dan output maksimal. Pada daerah D merupakan input informasi. Input informasi diletakkan setelah penguat terakhir agar sinyal informasi tidak terpotong pada daerah C

PEMANCAR AM

Pemancar AM adalah suatu pemancar yang memanfaatkan teknik modulasi analog yaitu Amplitude Modulation (AM), untuk mentransmisikan sinyal informasi.

Untuk pemancar AM ini berdaya lumayan besar,menggunakan penala ceramic resonator 3,587 mhz,dan dijual juga filter resonator dengan nilai 5,5 mhz,7,7 mhz dan 10,7 mhz. Jarak jangkauan pemancar ini kira-kira 2-4 km. Prinsip kerja rangkaian ini adalah filter resonator/ceramic filter membangkitkan frekuensi sebesar nilai dari filter resonator tersebut. Frekuensi ini diperkuat oleh transisitor t1. Frekuensi ini bisa berubah sehingga dpperlukan c7 sebagai pengatur/penempatan. Sinyal suara ditumpangkan lewat audio transformer. Frekuensi yang terbangkitkan oleh filter resonator dan t1 diumpankan kepenguat selanjutnya untuk diperkuat sehingga mencapai daya yang diinginkan untuk dilanjutkan ke antena. t2 sebagai bufer dan t3 sebagai final power amp.


Bagian-bagian pemancar AM :

1. Sinyal input
Sinyal input berupa sinyal listrik yang dihasilkan oleh alat-alat pengubah mekanik menjadi getaran-getaran listrik. Alat yang menghasilkan sinyal ini antara lain mikrofon, piringan hitam, dan lain-lainnya. Daya sinyal yang dikeluarkan oleh alat-alat ini, amplitudonya masih terlalu kecil, sehingga memerlukan penguatan lagi.

2. Penguat audio
Sinyal audio yang masih kecil akan dikuatkan amplitudo tegangan sinyalnya, sehingga dihasilkan intensitas tegangan sinyal audio yang kuat. Bagian penguat bisa berupa audio amplifier atau hanya preamp dengan penguat akhirnya.

3. Rangkaian osilator
Rangkaian osilator ialah suatu rangkaian elektronika yang berfungsi menghasilkan getaran tinggi. Frekuensi yang dihasilkan rangkaian ini tinggi karena kalau rendah, getaran listrik ini tidak akan memancar jauh.
Osilator yang biasa digunakan pada pemancar adalah osilator RF. Osilator RF adalah pembangkit frekuensi tinggi yang berfungsi sebagai sinyal pembawa. Syarat osilator yang baik yaitu mampu membangkitkan frekuensi tinggi yang tetap. Komponen elektronik yang dapat membangkitkan frekuensi tersebut adalah Kristal. Kristal yang biasa digunakan pada rangkainan pemancar FM mempunyai frekuensi keluaran 27MHz.

4. Penguat penyangga (Buffer)
Penyangga berfungsi untuk menyekat osilator RF dengan penguat daya, sehingga frekuensi osilator tetap. Selain itu, bagian ini menguatkan juga amplitudo sinyal RF.

5. Modulator
Modulator adalah bagian yang merupakan sinyal audio/sinyal informasi dengan sinyal carrier. Pada pemancar AM, amplitudo sinyal pembawa dibuat berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi.

6. Penguat daya
Penguat daya bertugas menguatkan sinyal termodulsi sebelum dikirimkam ke bagian antena untuk dipancarkan. Jenis penguat yang digunakan ialah penguat daya kelas C. penguat daya kelas C diplih karena kemampuannya menguatkan frekuensi radio (diatas 20KHz). Transistor yang digunakan pada penguat ini adalah transistor daya RF, yang mempunyai karakteristik daya keluaran berkisar antara 1 sampai 75 watt.

7. Power supply
Power supply merupakan sumber tenaga bagi rangkaian pemancar untuk beroperasi. Pada pemancar diperlukan power supply dengan tingkat ripple DC yang rendah. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi dengung.

8. Antena
Antena dalam sebuah pemancar merupakan ujung tombak penyampaian sinyal radio pemancar ke penerima. Jika antena yang digunakan pada suatu pemancar tidak memenuhi spesifikasi yang sesuai, maka hasil yang diharapkan tidak akan tercapai. Selain jangkauan menjadi tidak menentu juga kemungkinan kerusakan pada rangkaian pemancar akibat tegangan balik dari antena. Saat ini banyak digunakan antena batang misalnya pada pesawat radio transistor, pesawat penerima radio mobil, Walky Talky, Handy Talky dan sebagainya.


Prinsip Kerja
Sumber pembawa adalah sebuah osilator yang dikemudikan dengan kristal pada frekuensi pembawa atau kelipatan dibawahnya. Besarnya frekuensi keluaran dapat diatur dengan mengubah nilai L dan C. Frekuensi yang dipancarkan diusahakan konstan agar gelombang keluaran yang dihasilkan lebih baik.
Kemudian ini diikuti oleh sebuah penguat buffer yang ditala. Dengan adanya buffer diusahakan agar frekuensi yang dibangkitkan oleh osilator konstan. Sinyal informasi dimasukkan pada rangkaian ini untuk dicampur dengan sinyal pembawa. Pada transmitter terdapat rangkaian modulator yang pada umumnya adalah sebuah penguat kelas C. Penggunaan penguat kelas C ini akan mengakibatkan timbulnya cacat yang tidak diinginkan pada selubung modulasi yang mengandung sinyal informasi. Keluaran dari penguat RF ditransmisikan lewat antena.

Radio Receiver Superheterodyne

Sunday, April 17, 2011
     Salah satu bentuk yang paling umum penerima radio adalah superhet atau penerima radio superheterodyne. Hampir semua penerima siaran radio, serta televisi, penerima gelombang pendek dan radio komersial menggunakan prinsip superheterodyne sebagai dasar operasi mereka.


Teknik radio superheterodyne digunakan dalam radio paling banyak ditemukan di sekitar rumah. Hampir semua radio transistor portabel serta televisi, radio tangan portabel dan banyak lainnya menggunakan prinsip superheterodyne.

Perbedaan antara radio super-heterodyne dengan radio straight adalah :

Radio Receiver Straight

Radio penerima straight atau sering disebut radio kristal adalah sebuah penerima pesawat radio yang rangkaiannya sangat sederhana, yaitu cara penerimaan secara langsung ,artinya pesawat radio ini tidak dilengkapi dengan penguat seperti yang ada pada radio superheterodyne, Radio jenis ini tidak ditemukan dipasaran karena merupakan radio eksperimen saja, akan tetapi merupakan cikal bakal dari radio sebelum ditemukannya radio super heterodyne.

GPS (Global Positioning System)

Monday, March 28, 2011

Apa itu GPS?
Global Positioning System (GPS) adalah sistem navigasi berbasis satelit yang terdiri dari jaringan 24 satelit ditempatkan ke dalam orbit oleh Departemen Pertahanan AS. GPS awalnya ditujukan untuk aplikasi militer, namun pada 1980-an, pemerintah membuat sistem yang tersedia untuk penggunaan sipil. GPS bekerja dalam kondisi cuaca, di manapun di dunia, 24 jam sehari. Tidak ada biaya langganan atau biaya setup untuk menggunakan GPS.

Cara kerjanya
Satelit GPS lingkaran bumi dua kali sehari dalam orbit yang sangat tepat dan mengirimkan informasi sinyal ke bumi. GPS receiver mengambil triangulasi informasi dan digunakan untuk menghitung lokasi yang tepat pengguna. Pada dasarnya, penerima GPS membandingkan waktu sinyal yang ditransmisikan oleh satelit dengan waktu yang telah diterima. Perbedaan waktu memberitahu penerima GPS seberapa jauh satelit tersebut. Sekarang,

Cara Kerja RADAR

Sunday, March 20, 2011
Radar (Radio Detection and Ranging) adalah sebuah sistem yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengidentifikasi keberadaan suatu benda (arah dan kecepatan dari objek).

Konsep sensor :
Sebuah antena pemancar dan penerima dipasang pada suatu titik untuk mengirimkan dan menangkap kembali pantulan gelombang radio. Beberapa pantulan gelombang radio yang sudah melemah bisa dikuatkan kembali dengan peralatan modulasi. 
Gelombang radio tersebut bisa terpantul jika terdapat perbedaan kerapatan atom yang begitu besar antara sebuah objek dengan lingkungan (dalam hal ini adalah udara) di sekitarnya. Pantulan gelombang radio tersebut terpancar sesuai dengan besar panjang gelombangnya dan bentuk dari objek pemantulnya. Jika panjang gelombang yang dipancarkan lebih pendek dari ukuran objek yang ada maka gelombang tersebut akan dipantulkan kembali seperti gelombang cahaya yang terpantul pada sebuah cermin.
 
SHUFINFO [dot] com Copyright © 2011